25/02/14

Pembahasan

Data hasil pengamatan
     Saat serbuk agar-agar dicampurkan dengan air, serbuk agar-agar dapat larut dalam air. Serbuk agar-agar tersebut membentuk padatan setelah adanya proses pendinginan.

Diskusi hasil percobaan
     Gelatin yang terkandung dalam puding merupakan emulgator yang berfungsi sebagai pengemulsi dan pengikat air. Selain itu, puding bersifat sol liofil. Yang dimana, sol liofil adalah sol dengan fase terdispersinya senang akan medium pendispersinya (senang akan cairan) atau di katakan juga afinitas atau daya tarik terhadap mediumnya sangat kuat.

Pendahuluan

     Tujuan percobaan:
-    Mengetahui jenis koloid pada produk yang dibuat
-    Mengetahui jalan (tahapan) reaksi pada produk yang dibuat

     Pengertian koloid
     Koloid adalah suatu campuran zat heterogen (dua fase) antara dua zat atau lebih di mana partikel-partikel zat yang berukuran koloid (fase terdispersi/yang dipecah) tersebar secara merata di dalam zat lain (medium pendispersi/ pemecah). Ukuran partikel koloid berkisar antara 1-100 nm. Ukuran yang dimaksud dapat berupa diameter, panjang, lebar, maupun tebal dari suatu partikel. Keadaan koloid atau sistem koloid atau suspensi koloid atau larutan koloid atau suatu koloid adalah suatu campuran berfasa dua yaitu fasa terdispersi dan fasa pendispersi dengan ukuran partikel terdispersi berkisar antara 10-7sampai dengan 10-4cm.

Pengelompokkan koloid

Fase Terdispersi
Padat
Cair
Gas
Fase Pendispersi
Padat
Sol padat
(Gelas berwarna, intan hitam)
Emulsi padat
(Jeli, mutiara)
Buih padat
(Karet busa, batu apung, sterofoam)
Cair
Sol
(Sol emas, sol belerang, tinta, cat)
Emulsi
(Susu, santan, minyak ikan)
Buih
(Buih sabun, krim kocok)
Gas
Aerosol
(asap, debu)
Aerosol
(Kabut, awan)


Pembuatan Koloid (agar-agar)

 Alat dan Bahan :
Alat :
1. Panci
2. Spatula kayu
3. Tempat agar-agar
4. Gelas ukur 900ml
5. Pisau
6. Blender



Bahan :
1. Agar-agar
2. Gula 300gram
3. Air 900ml
4. Buah kiwi 2 buah
5. Buah strawberry 15 buah